Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Kamis, 12 Februari 2009

JOURNALIST HONDA DBL 2008


“WE ARE THE CHAMPION”

Journalist Competition yang diselenggarakan oleh Deteksi Jawapos di event DBL (Deteksi Basketball Liague) membuat kami JUNDEL ato Journalist DBL 2K8 ini merasa telah menjadi Pemenang. Jundel adalah sebuah community yang dibuat sendiri oleh 35 journalist. Anggotanya sendiri dari Journalist SMA dan SMP.

Banyak hal-hal seru yang telah kami lewatkan bersama-sama, contohnya memaksa masuk di basketball clinic hanya untuk menolong teman kami yang belum mendapatkan gambar Dany, membuat kami harus berdemo kepata panitia dan krew deteksi. Kami juga ramai-ramai menghadang rombongan CLS hanya untuk dapat berfoto ria. Kami juga bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya di depan pintu masuk DBL arena dan menghadap keatas logo DBL arena, hal ini juga kerap kami lakukan sebelum memulai pertandingan pertama. Kami juga memberikan kain yang telah kami tandatangani kepada krew deteksi sebagai kenang-kenangan. Lalu kami bersama-sama konvoi di jalan setelah dinyatakan lulus dan tidak masuk dalam daftar malu.

Pengalaman yang sangat seru dan mengasikkan. Bagi kami ini adalah kompetisi namun rasa persahabatan yang erat dan bukan persaingan yang muncul di dalamnya. Kami saling mengajari bagaimana cara menggunakan kamera yang benar, mendapatkan hasil gambar yang bagus, mecari engel foto yang menarik , lalu juga mengajarkan bagaimana membuat tulisan yang menarik, engel tulisan yang unik, mencari narasumber bersama-sama, saling menunggu sebelum registrasi jika ada jadwal wajib liput.dan menunggu disaat pengumpulan naskah di hari terakhir.

Mereka adalah teman-teman yang membuatku tidak menangis disaat mengetahui aku tidak keluar sebagai pemenang. Mereka yang membuat aku tetap kuat dan merasa ini semua bukan akhir. Persahabatan kami juga tidak ingin kami hentikan Cuma hanya sampai di Journalist competition namun setelah itu kami mengadakan acara buka puasa bersama juga bersama bertemu di DETEKSI CON 2K8 sebagai anggota mading masing-masing sekolah. Dan kami memutuskan untuk bersama-sama mencoba masuk menjadi crew deteksi.

Terimakasih deteksi…kami kan selalu bersama dan tidak akan mati.

adikku saiank...adikku malank...


Panti asuhan merupakan tempat tinggal dari sejumlah anak-anak yang tidak mempunyai kedua orang tua atau disebut juga yatim piatu. Di bulan suci ramadhan tahun kemarin, ketika osis melakukan bakti sosial ke panti asuhan AL MUKMIN di lidah wetan, dapat terlihat jelas gambaran beberapa panti asuhan yang kondisinya cukup memprihatinkan. Mereka mempunyai 1 ruang makan, yang kursi makannya tentu saja tidak cukup jika digunakan oleh seluruh anak-anak yatim piatu ini. Ruangan untuk belajar dan membaca buku juga tidak tertata rapi, karena ruangan ini menjadi satu dengan ruang makan.

Dua orang adik kecil yang berumur 4 dan 2 tahun ini berlari-lari tanpa menggunakan pakaian lengkap, ketika berhasil membujuk mereka mengenakan pakaian, kami lebih tercengang lagi mengetahui isi dalam lemari anak-anak ini, campur aduk dan tidak tertata rapi. Dan ketika ditanya dimana letak baju milik dua anak ini mereka mengaku menggunkan semua pakaian-pakaian dalam lemari ini dengan bersama-sama. Semuanya dapat mengenakan pakaian mana saja yang mereka ingin pakai asal cukup dengan tubuh mereka. Saat ini, masihkah kamu tidak mensyukuri hidup???